Lewat Mural, MJ Paslah Jadikan Tembok-Tembok Bisu “Bersorak” Demi Tambahan Fulus

1-2
MJ i Paslah alias oong dengan hasil karya lukisan tembok

Haii sobat Soodu.id, kita kembali lagi nih dengan informasi seputar Ekonomi Kreatif. Berbeda dengan artikel biasanya, tulisan ini ditulis langsung sama orangnya yaitu MJ Paslah alias oong. Banyak berkecimpung di seni lukis dan juga penulis aktif diberbagai media berita. Sapaan akrab dipanggil oong mampu bertahan hidup dengan keahlian khususnya. Untuk mengetahui lebih lengkap perjalanan hidup dari MJ Paslah alias oong, mari simak Autobiography seorang pekerja rupa berikut ini :

Terlahir dari keluarga seorang birokrat, tidak membuatku punya passion seorang birokrat. Walaupun pernah “Makan” bangku kuliah Ilmu Pemerintahan di tahun 1995. Namun karena dorongan keluarga dan teman-teman, Aku kelar juga meraih predikat sarjana di tahun 2003, nyaris DO ! Sejatinya, aku punya passion di bidang seni dan kreativitas. ‘Kegilaanku’ membaca komik dan nonton film kartun, membuatku sering memainkan pensil di atas kertas gambar.

Salah satu karya MJ Paslah dalam menggambar Komik

Kesenanganku itu terbawa sejak bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan atas. Mengikuti berbagai ajang lomba dari Dinas Pendidikan, Pariwisata, maupun lembaga swasta. Tradisini ini terhenti saat aku kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Riau. Namun, aku justru menambah wawasan mengenai karakter tokoh. Lewat membaca berbagai buku politik dan kebudayaan. Mengisi waktu luang, aku sering menggambar tokoh negarawan, politisi, Indonesia dan dunia. Sayang, dokumentasi digital saat itu belum se-ambyar sekarang.

Karya lukisan dinding MJ Paslah

Namun… kebiasaan menggambar itu mulai terasah kembali saat aku kembali kuliah strata satu di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru tahun 2000. Apalagi saat itu berkesempatan aktif di UKM Pers Mahasiswa Gagasan. Disitulah sering aktif menulis sebagai jurnalis, sekaligus mengemban tugas kartunis. Kesempatan berkiprah di tingkat nasional pun dijejaki saat menjadi utusan Riau sebagai kartunis di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) di Yogyakarta, tahun 2001.

Sembari menyelesaikan tugas kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah UIN Suska (Wisuda tahun 2008), aku terus mengasah passion kartunis di Tabloid Berita AZAM sebagai kartunis. Bertahan hingga 2006, hingga memutuskan menikah, lalu kembali migrasi kembali pada melukis, saat menjadi instruktur menggambar dan mewarnai di Sanggar Lukis Farainka Pekanbaru dari tahun 2007 hingga 2009. Di sanggar inilah kembali terasah kebiasaan menggambar saat mengajar di depan murid-murid, maupun saat terima order menggambar, melukis, hingga murai alias lukisan dinding.

Lukisan dinding karya MJ Paslah

Saat berkesempatan mengajar di SMP Islam Madani Yayasan Swadaya Ummah, aku menemukan bakat-bakat komikus, kartunis, dan pelukis. Beberapa murid termotivasi pula membuat komik secara mandiri, bahkan aktif di aplikasi webtoon. Sementara yang lain termotivasi mengerjakan karya mural seperti yang aku lakukan. Apalagi ketika murid-murid diberi peluang melukis tembok sekolah.

Ok, melukis mural inilah yang kemudian menjadi tambahan pendapat aku, selain sesuai passion, juga sekaligus bisa mendukung ‘keberadaan’ uang saku. Beberapa dinding dan tembok lembaga pemerintahan (sekolah) dan swasta (tempat usaha, lembaga kursus, dan hotel) menjadi sasaran kuasku. Memang tidak konsisten setiap pekan atau bulan mendapat order, Namun dari mulut ke mulut, order untuk melukis dinding berdatangan.

Lukisan tembok MJ Paslah

Pernah melukis mural ditembok PAUD, SD negeri, SD Swasta, rumah aparat kepolisian, hingga hotel-hotel berbintang satu dan dua. Terakhir (pertengahan 2001), mendapat order untuk melukis mural di Dojo Karate seorang teman di jalan SM Amin Pekanbaru. Berhenti ? Tidak, aku tidak akan berhenti, apalagi aku masih punya impian melukis mural tidak lagi dengan menggunakan kuas, namun menggunakan penbrush… sehingga waktu pengerjaan lebih cepat dan akurasi lebih presisi hasilnya.

Apalagi aku menyadari komunitas mural harus lebih dikembangkan oleh anak-anak muda millenial, agar aktivitas dan kreativitas tidak hanya dihabiskan dengan bermain android, namun seni dan kreativitas dapat mendukung ekonomi kreatif yang digaungkan pemerintah. I Hope So !!!

Berikut merupakan beberapa hasil karya seni lukis dari dari M. Joni Paslah alias oong